3 Fakta Bukalapak yang mungkin tidak Anda ketahui

davidasync
3 min readMay 26, 2018

--

3 Fakta Bukalapak yang mungkin tidak Anda ketahui — Pendirian platform marketplace di Indonesia semakin gencar dalam pengembangan sistem dan fasilitasnya. Sebut saja Bukalapak, salah satu perusahaan terdepan dalam bisnis e-commerce ini terus menggelontorkan dana dari ratusan juta, bahkan ratusan miliaran rupiah. Persaingan yang ketat dalam dunia e-commerce menimbulkan sistem burning yang biasa terjadi di berbagai kalangan start-up.

Bukalapak adalah wadah dan sarana jual-beli yang menggunakan sistem C2C (Customer to Customer). Menggunakan sistem burning, seluruh dana yang berhasil mereka kumpulkan dari berbagai sumber dibakar demi memperoleh growth. Istilah growth sering disalah artikan sebagai timbal balik dalam bentuk profit yang besar, tetapi hal tersebut kurang tepat, lebih dari itu, yang berusaha diciptakan melalui burning adalah growth dalam bentuk kesetiaan pelanggan.

CEO sekaligus penemu Bukalapak, Achmad Zaky merupakan salah satu mahasiswa besutan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menempuh pendidikan pada jurusan Teknologi Informasi. Melalui kepribadiannya yang mencintai dunia usaha, Zaky memimpin beberapa organisasi dan berhasil memenangkan beberapa penghargaan di bidang teknologi dan informasi. Memiliki prestasi yang rapih dan hebat telah membuktikkan bahwa Bukalapak dibangun oleh pribadi yang berkualitas.

  1. Investor Bukalapak Berasal Dari Dalam Negeri

Investor Bukalapak Berasal Dari Dalam Negeri — 3 Fakta Bukalapak yang mungkin tidak Anda ketahui

Berdasarkan informasi yang didapatkan melalui tirto.id, disampaikan bahwa dana yang diperoleh Bukalapak dalam mengoperasikan bisnisnya datang dari pemilik utama stasiun TV terkemuka di Indonesia. Emtek Group adalah pihak utama yang melakukan investasi dan suntikan dana secara terus menerus kepada Bukalapak. Pemilik stasiun televisi SCTV ini tampaknya menaruh perhatian khusus kepada perkembangan Bukalapak.

Tidak salah dengan dugaan yang dimiliki, Emtek Group berhasil melakukan pembelian saham sekaligus suntikan dana bertahap. Kewaspadaan mereka terhadap nilai dari bisnis Bukalapak berbanding lurus dengan minat mereka terhadap kepemilikan saham yang ada. Sampai tahun 2015 kemarin, Emtek Group terus mengguyur dana yang mereka miliki kepada Bukalapak hingga mencapai nilai ratusan miliar.

  1. Visi Misi Bukalapak yang Simple Tetapi Bersahaja

Visi Misi Bukalapak yang Simple Tetapi Bersahaja — 3 Fakta Bukalapak yang mungkin tidak Anda ketahui

Tidak banyak perusahaan dan organisasi bisnis yang berani menyatakan visi dan misi mereka dengan berani. Melalui kalimat singkat dan nilai sederhana, Bukalapak meyakinkan diri mereka bahwa platform yang dikembangkan akan menjadi online marketplace nomor 1 di tanah air. Hal ini mengingat persaingan di bidang online marketplace sangat menantang, dan perubahan terus terjadi dari hari ke hari.

Read More 7 Fakta Tentang WhatsApp Yang Jarang Diketahui Orang Lain

Mengenai misi, Bukalapak menekankan bahwa UKM seluruh Indonesia harus lebih berani untuk menunjukkan taringnya. Keberadaan Bukalapak adalah jawaban atas misi yang berusaha dituntaskan tersebut. Melihat hal ini, maka dapat disimpulkan bahwa Bukalapak menaruh perhatian yang besar terhadap industri kreatif di seluruh daerah di Indonesia, bahkan di pelosok sekalipun. Pembukaan kesempatan dan pasar jual-beli yang bebas membangkitkan permintaan yang beragam, termasuk variasi jenis barang yang dicari.

  1. Antara Penghargaan dan Kegentingan Bukalapak

Antara Penghargaan dan Kegentingan Bukalapak — 3 Fakta Bukalapak yang mungkin tidak Anda ketahui

Tahukah Anda bahwa selama perusahaan Bukalapak berdiri, bisnis mereka sudah memperoleh berbagai jenis penghargaan di berbagai kategori. Penghargaan pertama diberikan kepada Bukalapak atas kemampuan tim marketing mereka yang mencetak kesuksesan pada Hari Belanja Nasional (Harbolnas). Selain itu, penghargaan juga diberikan atas pemasaran secara digital yang dilakukan Bukalapak (piala Citra Pariwara), e-commerce awards oleh Tangrams, top corporate reputation oleh majalah warta ekonomi, dan CEO Bukalapak yang memenangkan penghargaan entrepreneur oleh EY.

Dibalik dari prestasi tersebut sayangnya terdapat berita yang cukup menyedihkan. Kegiatan burning yang dilakukan Bukalapak selama ini ternyata belum memiliki hasil yang maksimal. Terbukti melalui catatan keuangan yang ada, Bukalapak belum memperoleh profit yang signifikan dan kerugian terus mereka alami, yang nilainya mencapai ratusan milyar. Hal ini mendesak Bukalapak untuk mencari investor dan mendapatkan suntikan dana segar, dikarenakan Emtek Group hampir dipastikan tidak akan lagi melakukan investasi kepada perusahaan ini.

Sekian ulasan singkat Fakta Bukalapak pada artikel 3 Fakta Bukalapak yang mungkin tidak Anda ketahui.

Jika Anda menyukai artikel ini jangan lupa like, share, dan subscribe!

It is better to fail in originality than to succeed in imitation.

— Herman Melville

Originally published at nginy.net on May 26, 2018.

--

--

davidasync
davidasync

Written by davidasync

The Joy of discovery is one of the best things about being a software developer ~ Eric Elliott

No responses yet